RJBA-45 merupakan ROV versi 1 yang dibuat oleh klub MIT (Marine Instrumentation and Telemetry). RJBA-45 memiliki fungsi untuk pemantauan ekosistem laut, seperti terumbu karang. MIT telah mencoba memanfaatkan RJBA-45 untuk pemantauan terumbu karang di perairan Pula Pramuka. Selain mengamati terumbu karang, kami juga menggunakan untuk mengetahui pola pergerakan ikan. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia mampu mengembangkan ROV yang dapat dimanfaatkan untuk pemantauan terumbu karang dan pola pergerakan ikan.

Pembuatan RJBA-45 ini memakan waktu 3 bulan. Jumlah dana pembuatan sekitar 25 juta. RJBA 45 bisa beroperasi hingga kedalaman 10 meter selama lebih dari tiga jam. Power RJBA-45 menggunakan aki 48V. RJBA-45 perlu dikembangkan lebih lanjut terutama dibidang maneuver dari ROV sehingga pergerakan ROV lebih efisien dan terkontrol.





Bagian desain merupakan tahapan awal dalam pembuatan RJBA-V. RJBA-V merupakan pengembangan dari RJBA-45, Pada bagian ini merupakan proses pengembangan dan pematangan konsep dari pembuatan RJBA. Secara garis besar, RJBA yang dibuat disesuaikan dengan tujuan ROV itu sendiri. RJBA-V dikembangkan untuk dapat melakukan observasi bawah air.




RJBA-V dibuat pada tahun 2014 yang dilengkapi dengan CCD kamera sebagai sensor untuk melakukan observasi. RJBA-V dilengkapi dengan 5 motor penggerak untuk bergerak vertical, horizontal, dan maneuver. RJBA juga dilengkapi dengan Gripper yang berguna untuk tujuan khusus seperti mengambil atau membawa objek dibawah air. Adanya Gripper pada robot bawah air kali ini merupakan salah satu pengembangan dari robot bawah air sebelumnya.

Sistem ballast pada RJBA menggunakan ruang berbahan fiber dengan volume 14,879 dm3. Sistem ballast ini menggunakan prinsip memasukkan air ke dalam ruang ballast sekaligus mengeluarkan udara yang ada pada ruang ballast untuk mengurangi daya apung. Untuk mengembalikan daya apung, air dikeluarkan kembali dari ruang ballast ke lingkungan dengan menggunakan bilge pump.



Robot jelajah bawah air yang dikembangkan oleh Prof. Dr.Ir. Indrajaya, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB diberi nama Robot Jelajah 45 (RJ 45). Robot sejenis ROV (remote operating vehicle) ini mampu menjelajahi bawah laut sampai kedalaman 45 m. Prof. Indra jaya sendiri telah menghasilkan 11 inovasi yang enam diantaranya pernah mendapatkan penghargaan. Dan untuk RJ 45 mendapat penghargaan dalam ajang peringatan 100 tahun hari Kebangkitan Nasional 2008 lalu. Sebenarnya di negara-negara maju seperti Jepang, Amerika, Inggris dan Rusia sudah memiliki robot seperti ini yang dimanfaatkan untuk mengobservasi Air Laut Dalam (ALD).



RJ-45 dirancang untuk memantau kondisi bawah air perairan, khususnya dalam penempatan obyek bawah air misalnya rumah ikan (fish shelter) atau rumpon bawah air. Selain itu RJ-45 dirancang untuk dapat mengamati penempatan pipa bawah air yang diletakkan pada dasar laut dangkal, karena dilengkapi dengan video-kamera bawah air. Kemampuan RJ-45 yang dikembangkan lebih ke arah observasi bawah air, bukan pada ekstraksi (pemanfaatan) sumberdaya yang ada. Pengembangan RJ-45 ini hasils kerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Seribu. “Ke depan diarahkan untuk menjadi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan diarahkan juga ke laut dalam.